Malam, pagi dan kisah laranya
Jarum jam terus memutar mengelilingi
Hari hari silih berganti
Apakah malam benar-benar sudi meninggalkan pagi?
Ataukah mungkin mereka sudah tak saling menanti?
Kuteguk lagi kopiku yang mulai menipis
Imajinasiku makin kritis
Apa mungkin janji sehidup sematinya sudah terkikis
Menjadikannya berakhir tragis
Dibalik perpisahan sudah pasti ada temu
Mungkin malam dan pagi pernah menjadi satu
Menjadi babu dari rindu yang menggebu
Tapi saling ragu karena rindu yang tak kunjung bertemu
Kini rembulan dan mentari tak lagi akur
Dingin dan hangatnya sudah gugur
Semuanya sudah hancur
Berpisah dan tersungkur