Selasa, 24 Desember 2019
puisi ''rindu dipenghujung malam''
rindu dipenghujung malam
Angin kembali mengelambui tubuh
Desir-desirnya menjelma bunga kebaikan
Mencoba mendamaikan rindu yang bangun dari mimpi buruk
Terpuruk dari tidur yang beralas sabar
Yang sudah hampir terkeruh surut
Jika malam benar-benar sunyi ditinggal sang sore
Telinga siapa yang siap menampung bunyi keluhnya
Mulut siapa yang siap merakit kalimat-kalimat penyemangat untuknya
Oh tidak
Barangkali aku terlalu menyepelekan
Mungkin dia tidak seremeh aku
Yang tak mampu menjinakkan rindu yang begitu riuh
Yang tak sanggup memagari temu untuk berteduh dahulu
Ahh sudahlah
Mungkin aku dan malam benar-benar senasib
Petualang yang tak tau jalan pulang
Yang tak mempan jika ditinggal sendirian
Tapi tak apa
Akan kusampaikan pesanku pada sepoi angin malam
Yang telah kusisipkan sebuah kecupan
Kuharap mendarat tepat didaratan keningmu
Akan kulipat jarak dengan menyusup diantara bunga tidurmu
Kubuat mimpimu menjadi angkasa bertabur kelap-kelip bintang
Sabtu, 14 Desember 2019
Puisi mahasiswa "penjara kamarku"
Penjara kamarku
Terlentang
Tubuhku terlentang pasrah akan nyaman
Diriku kutitip pada penjara yang kurasa aman
Semangat pendahuluku harus rontok dikelabui oleh zaman
Ruang-ruang imajinasi dipagari ruang-ruang yang terfasilitasi
Sungguh hebat perjuangan para pahlawan
menggadaikan nyawa demi sebuah kemerdekaan
Sementara aku
Aku dan generasiku
Masih sibuk berpacu dengan handphone keluaran terbaru, menyalin kata rayu dari kutipan penyair pendahulu menjadikan lawan jenis layu
Bagai bunga yang tak disiram seminggu yang lalu
Sungguh malang jiwa-jiwa yang melayang
Mungkin hujan kemarin turun untuk sebuah maksud
Atau mungkin hujan kemarin adalah ribuan air mata para pejuang yang menangis jauh di awan sana
Melihat pemuda
Melihat pemudi
Melihat saya
Melihat kau
Melihat kita semua
Masih betah dengan kopi dan wifi berkecepatan tinggi
Masih sibuk menyinggung berjuang mengihibur diri dalam rentatan insta story
Masih enggan hijrah jadi budak teknologi
Terbelenggu terprivasi
Kemampuanku sampai sini saja
Generasiku akan begini-begini saja
Sebelum kita keluar dari zona nyaman
Mengendalikan setiap tantangan zaman
Kurangi cari aman
Diluar sana kita akan cemerlang
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Dibalik pandemi ada bumi yang pulih “Cepat sembuh bumiku”. Kurang lebih begitulah story juga postingan segelintir ora...
-
Masa muda masa meramu memilah-milah memilih -milih tangan memegang ini lidah mengecap itu tubuh berhasil mengeja hal baru seluruh yang abu-a...
