Pagi,20januari2019
Lolai (totombi) negri diatas awan, toraja.
Toraja, kau dan ingin
ketika aku hanyut tercebur dalam sejuk suasananya
Dingin tak lagi buatku mengeluh
Menghangatkan perasaan yang tadinya keruh
Dingin tak lagi buatku mengeluh
Menghangatkan perasaan yang tadinya keruh
Toraja tetaplah begini, aku ingin anakku melihat elokmu sendiri
Dan teruntuk kau yang bernaung dihati, yang kuharap jadi bagian dari keluargaku nanti
Ingin rasanya menikmati senyummu sekali lagi
yang anggun ibarat toraja ini,
membuatku abai akan persoalan hidup yang rumit
Ingin rasanya menyeduh kopi toraja berdua denganmu,
agar kita paham kalau pahit hidup ini bukan jalan buntu
Mungkin aku ingin kesini sekali lagi , tapi kalau sendiri kayaknya tidak mungkin. harusnya sih kamu tau , aku mahkluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa kamu.
Tak henti aku melantunkan namamu disela doa minta jodohku kepadanya
Agar kita yang belum terjalin tidak seperti angin, karna kau adalah destinasi yang sudah kuputuskan untuk mengahabiskan sisa hidupku.
Dan teruntuk kau yang bernaung dihati, yang kuharap jadi bagian dari keluargaku nanti
Ingin rasanya menikmati senyummu sekali lagi
yang anggun ibarat toraja ini,
membuatku abai akan persoalan hidup yang rumit
Ingin rasanya menyeduh kopi toraja berdua denganmu,
agar kita paham kalau pahit hidup ini bukan jalan buntu
Mungkin aku ingin kesini sekali lagi , tapi kalau sendiri kayaknya tidak mungkin. harusnya sih kamu tau , aku mahkluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa kamu.
Tak henti aku melantunkan namamu disela doa minta jodohku kepadanya
Agar kita yang belum terjalin tidak seperti angin, karna kau adalah destinasi yang sudah kuputuskan untuk mengahabiskan sisa hidupku.

Mantap mual
BalasHapus