Esai "Kabut Malino di Atas Arang Kalimantan" Desember 29, 2025 0 Kabut Malino di Atas Arang Kalimantan Pernahkah kalian merasa bahwa healing di Malino hanyalah sebuah pelarian dari kenyataan yang sedang t...
Puisi "Kesimpulan yang Belum Selesai" Desember 27, 2025 0 Kesimpulan yang Belum Selesai Mencintaimu adalah pertanyaan yang tidak butuh jawaban akhir, sebuah proses menjadi yang terus tumbuh di se...
Puisi "Satu Arah di Jalur Berbeda" Desember 27, 2025 0 Satu Arah di Jalur Berbeda Kita adalah dua garis yang tidak harus melebur untuk bersatu, tetap memiliki warna masing-masing dalam perjala...
Puisi "Pesona di Balik Prinsip" Desember 27, 2025 0 Pesona di Balik Prinsip Aku mengagumimu karena caramu mempertahankan harga diri, saat dunia menawarkan kemudahan untuk mereka yang mau berk...
Puisi "Kedaulatan Rasa" Desember 27, 2025 0 Kedaulatan Rasa Cintaku bukan jeruji yang ingin mengurung sayap-sayapmu, ia adalah langit luas tempatmu bisa terbang setinggi mimpi. Aku...
Puisi "Metafisika Tatapan" Desember 27, 2025 0 Metafisika Tatapan Dalam tatapanmu, segala teori tentang dunia menjadi tidak relevan, sebab aku menemukan kebenaran yang tak bisa dijelas...
Puisi "Subversi Kesetiaan" Desember 27, 2025 0 Subversi Kesetiaan Zaman bergerak terlalu cepat untuk sebuah janji yang suci, orang-orang berpindah hati secepat mengganti daftar putar. ...
Puisi "Dialektika Isi Kepala" Desember 27, 2025 0 Dialektika Isi Kepala Aku jatuh cinta pada caramu membedah kerumitan dunia, lebih dari caramu memulas warna di sudut bibirmu. Diskusi ki...
Puisi "Ruang Sunyi yang Eksklusif" Desember 27, 2025 0 Ruang Sunyi yang Eksklusif Kebahagiaan kita tidak butuh tepuk tangan dari jutaan mata, ia hidup dalam percakapan sunyi di bawah lampu jal...
Puisi "Klasik di Era Digital" Desember 27, 2025 0 Klasik di Era Digital Engkau adalah piringan hitam di tengah kebisingan musik digital, memiliki kedalaman nada yang takkan bisa ditiru ol...
Puisi "Bukan Tentang Valuasi" Desember 27, 2025 0 Bukan Tentang Valuasi Cintaku tidak bisa dikemas dalam kotak berpita atau bunga plastik, ia adalah doa-doa sunyi yang tak butuh pengakuan...