Kesimpulan yang Belum Selesai Mencintaimu adalah pertanyaan yang tidak butuh jawaban akhir, sebuah proses menjadi yang terus tumbuh di se...
Satu Arah di Jalur Berbeda Kita adalah dua garis yang tidak harus melebur untuk bersatu, tetap memiliki warna masing-masing dalam perjala...
Pesona di Balik Prinsip Aku mengagumimu karena caramu mempertahankan harga diri, saat dunia menawarkan kemudahan untuk mereka yang mau berk...
Kedaulatan Rasa Cintaku bukan jeruji yang ingin mengurung sayap-sayapmu, ia adalah langit luas tempatmu bisa terbang setinggi mimpi. Aku...
Metafisika Tatapan Dalam tatapanmu, segala teori tentang dunia menjadi tidak relevan, sebab aku menemukan kebenaran yang tak bisa dijelas...
Subversi Kesetiaan Zaman bergerak terlalu cepat untuk sebuah janji yang suci, orang-orang berpindah hati secepat mengganti daftar putar. ...
Dialektika Isi Kepala Aku jatuh cinta pada caramu membedah kerumitan dunia, lebih dari caramu memulas warna di sudut bibirmu. Diskusi ki...
Ruang Sunyi yang Eksklusif Kebahagiaan kita tidak butuh tepuk tangan dari jutaan mata, ia hidup dalam percakapan sunyi di bawah lampu jal...
Klasik di Era Digital Engkau adalah piringan hitam di tengah kebisingan musik digital, memiliki kedalaman nada yang takkan bisa ditiru ol...
Bukan Tentang Valuasi Cintaku tidak bisa dikemas dalam kotak berpita atau bunga plastik, ia adalah doa-doa sunyi yang tak butuh pengakuan...
nanti kita cerita sepi ini nanti kita cerita tentang kita yang berdaptasi merangkul hari yang berhasil diduduki sepi dibalik jiwa rek...
rindu dipenghujung malam Angin kembali mengelambui tubuh Desir-desirnya menjelma bunga kebaikan Mencoba mendamaikan rindu yang bangun d...
Libur, bencana yang terencana Kampus 2 uin alauddin Malamku tak lagi bergelimang bintang Sebab kelap- kelipnya menjelma kek...
Rindu yang kompromi Rotasi kembali mempertemukanku pada malam Ku ingat-ingat lagi yang ada dalam ingatan Tentang lembar-lembar aktivit...
Malam, pagi dan kisah laranya Jarum jam terus memutar mengelilingi Hari hari silih berganti Apakah malam benar-benar sudi meninggalkan...
Rentetan luka Waktu demi waktu berlalu Kau dan aku melewati hari melawan ragu Menabur pupuk-pupuk cinta Meski ujungnya memanen luka Ki...
Puisi cinta lucu Aku bohong kalau aku jujur Dekapmu tak lagi membuatku lebur Ternyata tidak jujur Nyatanya aku gugur Sandarmu tak la...
Sadar Malam makin larut Dingin kembali membalut Dan aku hanya bisa tertunduk Sembunyi dibalik selimut Sanggupkah kita menerima perp...
Matahari Mencintaimu seperti matahari Menyinari sepenuh hati Tatkala fajar menelanmu Yang berguna hanya lampu Tapi tenang Aku lebih...

