Selasa, 24 Desember 2019
puisi ''rindu dipenghujung malam''
rindu dipenghujung malam
Angin kembali mengelambui tubuh
Desir-desirnya menjelma bunga kebaikan
Mencoba mendamaikan rindu yang bangun dari mimpi buruk
Terpuruk dari tidur yang beralas sabar
Yang sudah hampir terkeruh surut
Jika malam benar-benar sunyi ditinggal sang sore
Telinga siapa yang siap menampung bunyi keluhnya
Mulut siapa yang siap merakit kalimat-kalimat penyemangat untuknya
Oh tidak
Barangkali aku terlalu menyepelekan
Mungkin dia tidak seremeh aku
Yang tak mampu menjinakkan rindu yang begitu riuh
Yang tak sanggup memagari temu untuk berteduh dahulu
Ahh sudahlah
Mungkin aku dan malam benar-benar senasib
Petualang yang tak tau jalan pulang
Yang tak mempan jika ditinggal sendirian
Tapi tak apa
Akan kusampaikan pesanku pada sepoi angin malam
Yang telah kusisipkan sebuah kecupan
Kuharap mendarat tepat didaratan keningmu
Akan kulipat jarak dengan menyusup diantara bunga tidurmu
Kubuat mimpimu menjadi angkasa bertabur kelap-kelip bintang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Dibalik pandemi ada bumi yang pulih “Cepat sembuh bumiku”. Kurang lebih begitulah story juga postingan segelintir ora...
-
Masa muda masa meramu memilah-milah memilih -milih tangan memegang ini lidah mengecap itu tubuh berhasil mengeja hal baru seluruh yang abu-a...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar