Jumat, 05 April 2019

Puisi cinta "matahari"

Matahari

Mencintaimu seperti matahari
Menyinari sepenuh hati
Tatkala fajar menelanmu
Yang berguna hanya lampu
Tapi tenang
Aku lebih memilih tidur sepanjang malam
Sambil menantimu di ufuk timur
Aku seolah petani
Yang berharap kau terus bersinar
Agar cintaku tumbuh subur
Agar cintaku tidak gugur
Aku adalah rintik hujan yang menangis
Dikala kau sirna ditutupi mendung
Yang tersisa hanya pemuda gondrong berwajah murung
Berteduh terkurung didepan warung
Dan aku adalah barat yang setia menunggumu
Saat timur tega meneggelamkanmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar