Rekviem untuk Masa Depan Inilah rekviem untuk nurani yang mulai tumpul di tangan kekuasaan yang rakus. Kita berdiri di ambang kehancuran, na...
Membangun di Atas Tangis Ekosistem Pariwisata "Premium" kalian adalah ancaman bagi komodo dan terumbu karang yang telah ada ribuan...
Arsitektur Ketulian: Saat Suara Rakyat Hanyut di Selokan Kalian memiliki ribuan pakar, tapi tak punya satu pun telinga untuk mendengar jerit...
Dialektika Karbondioksida: Menghitung Nafas di Tengah Polusi Udara adalah hak asasi yang kini harus kami beli melalui filter-filter mahal di...
Proklamasi Lingkungan: Manifesto Generasi yang Terancam Kami tidak mewarisi bumi dari leluhur, kami meminjamnya dari masa depan yang sedang ...
Menghitung Nisan di Tengah Hutan Kalimantan bukan lagi paru-paru dunia, ia adalah nekropolis tempat jutaan nyawa melata dikubur demi ambisi ...
Teologi Serakah di Tanah yang Retak Hati yang tertutup debu kekuasaan takkan mampu melihat air mata bumi yang kian mengering. Kalian memuja ...
Sejarah adalah guru yang kalian abaikan demi ambisi lima tahunan yang dangkal. Kalian membangun di atas jalur air, menimbun rawa dengan janj...
Dialektika Beton dan Derita Kalian membangun tanggul raksasa seolah bisa memenjarakan amarah samudera, padahal yang kalian lakukan hanyalah ...
Estetika Empati Palsu di Balik Lensa Machiavelli pasti bangga melihat kalian berpose di depan genangan dengan sepatu bot yang terlalu bersih...
Silogisme Debu di Atas Mimbar Antroposen Di bawah langit Kalimantan yang kian pucat, kalian menyusun silogisme palsu tentang kemajuan. Diksi...
Nekropolitika di Serambi Duka Di tanah Aceh yang dipenuhi sejarah perlawanan, kini rakyatnya dipaksa tunduk pada nekropolitika—sebuah kekua...
Pemuda Berdiri melontarkan aspirasi Lantang suara teriakkan negosiasi Jarang dapat apresiasi Kebanyakan cuma caci maki Tak peduli teri...
Renovasi diri Beras menjulang tinggi Harga bbm makin menjadi-jadi Utang negara yang hilang kendali Atas kuasa siapa semua ini terja...
Hanya pijakan Pemilu sebentar lagi Sogokan sana-sini Tak peduli caranya tidak baik Kemenangan lah yang ingin diraih Menebar benih janj...
rumit Percuma berdemokrasi menyatakan rasa Kalau kau masih saja apatis keras kepala Percuma aku berkapitalisme menabung benih rasa ...

