Post Page Advertisement [Top]


Arsitektur Ketulian: Saat Suara Rakyat Hanyut di Selokan

Kalian memiliki ribuan pakar, tapi tak punya satu pun telinga untuk mendengar jeritan warga yang terdampak. Musyawarah hanya menjadi seremoni formalitas untuk melegalkan kebijakan yang sudah diketok palu di ruang-ruang gelap. Ini adalah arsitektur ketulian, di mana negara bertindak sebagai entitas yang paling tahu segalanya, padahal mereka buta terhadap realita di akar rumput. ​Partisipasi publik seringkali dianggap sebagai hambatan investasi, sehingga ia dikemas dalam proses yang asal ketuk dan penuh intimidasi. Padahal, pembangunan sejati adalah pembangunan yang menghargai suara manusia dan denyut alam secara seimbang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]