“Negara Punya Motor Trail untuk Ketua SPPG, Tapi Tidak Punya Jawaban untuk Rakyat” Di negeri yang katanya sedang berlari menuju kemajuan, ki...
“Negeri yang Sibuk Mengunyah, Lupa Mencerna” Di halaman sekolah, antrean makan lebih rapi daripada antrean buku. Anak-anak belajar satu hal...
Republik yang Diuji oleh Ketakutan Ada jenis kekerasan yang bertujuan menghancurkan tubuh. Tetapi ada pula kekerasan yang bertujuan menghanc...
Ketika Asam Disiramkan ke Wajah Aktivis, Demokrasi Sedang Diuji di Cermin Sejarah Malam di kota besar selalu menyimpan ironi. Lampu-lampu me...
Dunia yang Terlalu Kuat untuk Bijaksana Peradaban manusia hari ini mungkin adalah yang paling kuat sepanjang sejarah. Namun kekuatan itu tid...
Abad yang Lelah: Ketika Kekuasaan Global Kehilangan Nurani Abad ini sering dipuji sebagai abad teknologi. Manusia mampu mengirim robot ke Ma...
Padang Pasir yang Terbakar: Ketika Perang Menjadi Industri Pada suatu pagi yang jauh dari Timur Tengah, saya membuka peta dunia dan menemuka...
Cerita singkat perbedaan Sunni-syiah dalam bahasa bayi Mari kita ceritakan sejarah ini pelan-pelan. Ada sebuah keluarga besar. Keluarga itu ...
Masa Depan Seni di Dunia AI Setiap zaman selalu melahirkan alat baru. Namun tidak semua alat mampu mengubah esensi manusia. AI mungkin akan...
Board of Peace: Perdamaian atau Ilusi Diplomasi? Konsep perdamaian selalu terdengar indah. Setiap organisasi internasional menggunakan kata ...
AI dan Seniman yang Tak Lagi Sendiri Pada suatu waktu, seni adalah percakapan sunyi antara manusia dan kesendiriannya. Seorang pelukis berb...
Ketika Mesin Belajar Menjadi Seniman Setiap generasi selalu memiliki musuh yang berbeda. Generasi sebelum kita melawan kolonialisme. Generas...
Kreativitas di Era Mesin Setiap generasi selalu memiliki musuh yang berbeda. Generasi sebelum kita melawan kolonialisme. Generasi setelahnya...
Masa Depan Diplomasi Indonesia Dunia sedang memasuki era yang lebih tidak pasti. Konflik geopolitik meningkat, persaingan kekuatan besar sem...
Ketika Perdamaian Menjadi Retorika Kata “perdamaian” mungkin adalah kata yang paling sering diucapkan dalam diplomasi internasional. Namun ...
Seni, Algoritma, dan Jiwa Manusia Sebuah algoritma dapat mempelajari jutaan lukisan dalam beberapa jam. Ia dapat memahami komposisi warna, p...
Dunia Terbakar, Diplomasi Indonesia Terlihat Sunyi Perang tidak pernah benar-benar jauh dari peradaban manusia. Ia hanya berpindah tempat, b...
Kabut Malino di Atas Arang Kalimantan Pernahkah kalian merasa bahwa healing di Malino hanyalah sebuah pelarian dari kenyataan yang sedang t...
Pendidikan Ekologi: Kurikulum yang Amnesia terhadap Bumi Kita diajarkan untuk menghafal nama-nama sungai, namun tidak pernah diajarkan bag...
Teater Empati: Sepatu Bot yang Terlalu Bersih Ada sebuah fenomena menarik setiap kali bencana melanda: parade pejabat dengan sepatu bot meng...

