Post Page Advertisement [Top]

 Ketika Perdamaian Menjadi Retorika


Kata “perdamaian” mungkin adalah kata yang paling sering diucapkan dalam diplomasi internasional.

Namun ironisnya, dunia tidak pernah benar-benar damai.

Konferensi perdamaian berlangsung setiap tahun, tetapi konflik bersenjata terus muncul di berbagai tempat.

Ini bukan kebetulan.

Dalam politik global, kata-kata sering kali digunakan untuk menenangkan publik.

Retorika menjadi alat.

Sementara keputusan sebenarnya terjadi di ruang yang lebih tertutup.

Perang Iran adalah contoh bagaimana diplomasi bisa gagal menghindari konflik.

Padahal perundingan mengenai program nuklir dan stabilitas kawasan sudah berlangsung bertahun-tahun.

Namun pada akhirnya, kekuatan militer kembali menjadi bahasa yang digunakan.

Itulah realitas dunia.

Perdamaian bukan hanya soal niat baik.

Ia juga soal keseimbangan kekuatan.

Karena itu negara yang ingin menjadi aktor perdamaian harus memiliki keberanian moral dan kekuatan diplomasi yang nyata.

Tanpa dua hal itu, perdamaian hanya akan menjadi slogan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]