Dunia yang Terlalu Kuat untuk Bijaksana
Peradaban manusia hari ini mungkin adalah yang paling kuat sepanjang sejarah.
Namun kekuatan itu tidak diiringi kebijaksanaan yang setara.
Kita mampu menghancurkan sebuah kota dalam hitungan menit, tetapi tidak mampu menciptakan perdamaian yang bertahan lama.
Argumen
Negara-negara besar sering berbicara tentang stabilitas global.
Namun stabilitas sering berarti satu hal: mempertahankan sistem yang menguntungkan mereka.
Dalam sistem itu, konflik di wilayah lain sering diperlakukan sebagai variabel geopolitik.
Sebagai pemuda Indonesia yang tumbuh dalam tradisi anti-kolonial, saya memandang dunia dengan skeptisisme sehat.
Saya tidak percaya bahwa dominasi global bisa menciptakan keadilan.
Sejarah menunjukkan bahwa keadilan selalu lahir dari perlawanan moral terhadap kekuasaan yang berlebihan.
Sintesis
Dunia membutuhkan keseimbangan baru—bukan keseimbangan senjata, tetapi keseimbangan etika.
Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, memiliki kesempatan untuk menjadi suara yang mengingatkan dunia bahwa kekuatan tanpa moral hanyalah bentuk lain dari barbarisme modern.
Dan mungkin suatu hari nanti, padang pasir yang hari ini dipenuhi asap perang akan kembali menjadi tempat lahirnya peradaban.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar