Teater Empati: Sepatu Bot yang Terlalu Bersih
Ada sebuah fenomena menarik setiap kali bencana melanda: parade pejabat dengan sepatu bot mengkilap yang sepertinya belum pernah menyentuh tanah becek seumur hidup mereka. Mereka datang dengan fotografer pribadi, memastikan setiap sudut penderitaan rakyat terbingkai rapi dalam konten media sosial mereka. Inilah yang saya sebut sebagai "Estetika Kepalsuan".
Machiavelli pernah berujar bahwa seorang penguasa tak perlu benar-benar punya sifat baik, asal ia seolah memilikinya. Di Indonesia, saran ini dijalankan secara harafiah. Mereka membagikan nasi bungkus dengan label nama besar, seolah-olah rakyat harus berterima kasih atas bantuan yang sebenarnya berasal dari pajak rakyat sendiri. Ini adalah kedunguan yang dipelihara.
Bencana seharusnya menjadi momen koreksi kebijakan, bukan tempat wisata. Jangan puji mereka karena datang ke lokasi bencana; pertanyakan kenapa kebijakan mereka membuat bencana itu terjadi berulang kali. Keselamatan kita bukan barang dagangan yang bisa dikemas secara asal-asalan demi kepentingan elektoral 2024 atau 2029.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar