Pendidikan Ekologi: Kurikulum yang Amnesia terhadap Bumi
Kita diajarkan untuk menghafal nama-nama sungai, namun tidak pernah diajarkan bagaimana cara menyelamatkannya dari limbah industri. Sistem pendidikan kita hari ini seolah sedang menyiapkan tenaga kerja bagi industri ekstraktif, bukan menyiapkan penjaga bumi. Al-Farabi menekankan pentingnya pendidikan karakter untuk mencapai kebahagiaan, dan karakter sejati dimulai dari rasa hormat terhadap alam.
Faktanya, isu krisis iklim hanya dianggap sebagai selingan, bukan urgensi. Di sekolah, kita diajari memilah sampah plastik, sementara di luar sana, pemerintah tetap memberikan izin pembukaan lahan gambut skala besar. Ketidaksinkronan ini adalah bentuk "kedunguan akademik" yang sengaja dipelihara agar generasi muda tidak menjadi ancaman bagi kepentingan status quo.
Kita butuh pendidikan yang memprovokasi kesadaran, bukan sekadar transfer informasi yang formalitas. Pendidikan harus menjadi alat perlawanan terhadap perusakan lingkungan. Jika sekolah tidak lagi mengajarkan kita cara mencintai bumi, maka kita harus belajar dari jalanan dan hutan yang mulai terbakar.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar