Dialektika Beton dan Derita
Kalian membangun tanggul raksasa seolah bisa memenjarakan amarah samudera, padahal yang kalian lakukan hanyalah memindahkan duka ke pesisir yang lebih lemah. Pembangunan infrastruktur ini adalah epos yang terpenggal; megah di mata investor, namun rapuh di bawah kaki rakyat. Che Guevara mungkin akan berkata: ini adalah bentuk penindasan baru dalam balutan semen dan aspal. Masa depan lingkungan kita sedang dipertaruhkan dalam kebijakan yang lahir dari nalar yang sempit. Setiap tiang pancang adalah paku yang menembus jantung biodiversitas yang tak pernah diberi ruang untuk bicara. Jangan biarkan keselamatan kita menjadi komoditas yang asal ketuk, hanya karena penguasa terlalu lelah untuk berpikir panjang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar