Post Page Advertisement [Top]

Teologi Serakah di Tanah yang Retak

Hati yang tertutup debu kekuasaan takkan mampu melihat air mata bumi yang kian mengering. Kalian memuja pertumbuhan ekonomi seolah itu adalah tuhan baru, sementara moralitas kalian hanyut bersama limbah tambang. Al-Ghazali mengajarkan bahwa pemimpin adalah pelayan, namun kalian bertindak seperti majikan yang rakus merampas hak milik rakyatnya sendiri.

​Tanah yang retak adalah saksi dari iman yang sudah lama digadaikan demi setumpuk rupiah. Kalian mengabaikan mitigasi, lebih suka membagikan sembako saat bencana tiba demi menjaga citra yang retak. Keselamatan umat tidak bisa dijamin dengan kebijakan yang asal bungkus; ia butuh keberanian untuk berhenti merusak ciptaan Tuhan demi kepentingan golongan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]