Rentetan luka
Waktu demi waktu berlalu
Kau dan aku melewati hari melawan ragu
Menabur pupuk-pupuk cinta
Meski ujungnya memanen luka
Kita dua orang yang saling berusaha
Yang tak sadar mengukir salah
Kita dua insan yang saling menuntun
Yang lupa mengingatkan menjadikannya menyesatkan
Ini bukan salah siapa-siapa, mungkin akunya yang keras kepala
Terlalu tegang atas kebahagiaanmu
Terlalu riuh menghebohkan malam sepimu
Terlalu dingin menghangatkan pagimu
Kini lukaku tak kunjung pudar
Luka baru muncul menutupi luka lama
Aku tak berharap luka ini usai
Cuma berdoa agar aku menyanggupi semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar