Pesona di Balik Prinsip
Aku mengagumimu karena caramu mempertahankan harga diri,
saat dunia menawarkan kemudahan untuk mereka yang mau berkompromi.
Pesona sejatimu bukan pada riasan yang kau pakai setiap pagi,
tapi pada keteguhanmu untuk tidak menjual nurani demi posisi.
Betapa cantik saat engkau mendebat argumenku dengan logika,
memaksa nalar ini untuk terus tumbuh dan tidak menjadi jumud.
Engkau adalah wanita yang memiliki api dalam setiap kata,
membuat cinta ini tak pernah menjadi sesuatu yang hambar dan lumut.
Idealisme kita adalah benang merah yang mengikat dua hati,
sebuah visi tentang bagaimana seharusnya dunia ini dijalankan.
Di matamu, aku melihat masa depan yang layak untuk diperjuangkan,
lebih dari sekadar asrama yang hanya mengejar kesenangan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar