Metafisika Tatapan
Dalam tatapanmu, segala teori tentang dunia menjadi tidak relevan,
sebab aku menemukan kebenaran yang tak bisa dijelaskan kata-kata.
Engkau adalah oase bagi nalar yang haus akan kedamaian,
mengusir segala sinisme dengan cahaya mata yang tetap terjaga.
Dunia mungkin sedang berantakan oleh kebencian dan intrik,
namun saat memandangmu, aku percaya kebaikan belum sepenuhnya mati.
Mata itu tidak butuh manipulasi atau siasat yang penuh muslihat politik,
ia adalah jendela bagi jiwa yang jujur dan takkan pernah mengkhianati.
Mencintaimu adalah menemukan harapan di tengah keputusasaan sosial,
sebuah pegangan saat semua orang mulai kehilangan arah dan tujuan.
Engkau adalah bukti bahwa metafisika rindu bukan sekadar khayal,
tapi energi yang mampu menggerakkan hati menuju kebangkitan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar