Minggu, 24 Maret 2019

Puisi alam "isyarat alam"

Isyarat alam

Langkahku tak bisa redam
Masih jauh dari kata tenggang
Penasaranku tak segan-segan
Naluri terus memaksa berjalan
Keindahannya tak henti menisyaratkanku
Katanya kotaku terlalu pengap
Udara segarku mati berkecamuk asap-asap
Kepalsuan hidup yang kukomsumsi memasuki tahap amat
Sesungguhnya...
Lelah hanya batu loncatan menuju puncak kepuasan
Dinginnya malam hanya proses menuju sejuknya pagi
Dan nyatanya
Makanan terlezat adalah yang disajikan sepiring berdua
Kesederhanaan adalah kemewehan sesunggunya

Karna setiap langkah adalah pelajaran
Dan menjadi dewasa adalah bonusnya




Tidak ada komentar:

Posting Komentar