Isyarat alam
Langkahku tak bisa redam
Masih jauh dari kata tenggang
Penasaranku tak segan-segan
Naluri terus memaksa berjalan
Keindahannya tak henti menisyaratkanku
Katanya kotaku terlalu pengap
Udara segarku mati berkecamuk asap-asap
Kepalsuan hidup yang kukomsumsi memasuki tahap amat
Sesungguhnya...
Lelah hanya batu loncatan menuju puncak kepuasan
Dinginnya malam hanya proses menuju sejuknya pagi
Dan nyatanya
Makanan terlezat adalah yang disajikan sepiring berdua
Kesederhanaan adalah kemewehan sesunggunya
Karna setiap langkah adalah pelajaran
Dan menjadi dewasa adalah bonusnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar