Akankah awet?
Disela bincang disudut kantin
Entah angin apa yang merasuki ku
Perasaanku campur aduk
Seketika tubuhku dingin
Resahku menjadi-jadi
Entah angin apa yang merasuki ku
Perasaanku campur aduk
Seketika tubuhku dingin
Resahku menjadi-jadi
Tiba-tiba kau datang
Tatkala mataku dan matamu berpapasan
Kau seraya tersenyum
Tatkala mataku dan matamu berpapasan
Kau seraya tersenyum
Mungkin karna canda teman disebelahmu
Kukira cinta pandang pertama hanya mitos belaka
Siapa sangka, aku jadi korban
Aku mencubit pahaku
Memastikan kalau ini bukan mimpi
Atau mungkin kau yang selama ini ku impi-impikan
Memastikan kalau ini bukan mimpi
Atau mungkin kau yang selama ini ku impi-impikan
Muncul pertanyaan mengganjal
Apakah cinta yang cepat akan bertahan lama?
Lantas mengapa cintaku yang lama membinasakanku
Apakah cinta yang cepat akan bertahan lama?
Lantas mengapa cintaku yang lama membinasakanku
perjuanganku berujung buntu
Yang ada hanya ribuan penyesalan
Membuatku harus berhati-hati melangkah
Karna puncaknya tak selalu sesuai ekspektasi
Yang ada hanya ribuan penyesalan
Membuatku harus berhati-hati melangkah
Karna puncaknya tak selalu sesuai ekspektasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar