Post Page Advertisement [Top]

 

Tanjung Bira: Pasir Putih atau Mikroplastik?


Biru yang tak berujung, membasuh luka-luak urban,

Di pasir selembut tepung, kita letakkan segala beban.

Phinisi berlayar, membawa memori pelaut yang perkasa,

Menertawakan kita yang takut pada ombak tapi berani merusak desa.

​Tanjung Bira adalah bukti bahwa Indonesia adalah 'anak kesayangan' alam semesta. Namun, Ibnu Sina pernah mengingatkan bahwa kesehatan raga berawal dari kesehatan lingkungan. Apa gunanya laut yang biru jika di dalamnya kita menanam bom waktu berupa mikroplastik?

Manusia, berhentilah menjadi konsumen yang malas berpikir. Nikmati gradasi warna laut Bulukumba ini, tapi pastikan kalian tidak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki. Laut ini bukan tempat sampah raksasa bagi gaya hidup kita yang serba instan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]